Jaga kebersihan Bra anda (wanita,red)

•February 8, 2010 • 1 Comment

Tanpa bermaksud jorok atau melecehkan,mudahan ini bisa bermanfaat bagi wanita…

Setelah Susan McKinley (antroplogis) pulang ekspedisi di Amerika Selatan, ia menyadari ada ruam aneh di payudara sebelah kirinya. Tidak ada yang tahu itu apa. Ia duga ruam itu akan hilang seiring waktu.

Setelah kembali, ia menemui dokter karena sudah ada rasa sakit. Dokter tidak tahu penyakit apa yang dideritanya. Dokter memberikannya antibiotik dan krim khusus.

Setelah waktu berselang, rasa sakitnya tidak hilang. Payudaranya makin panas dan mulai berdarah.

Ia memutuskan untuk membalut pendarahan itu, tapi rasa sakitnya bertambah. Ia pun mulai mencari dokter-dokter terbaik. Salah satunya Dr Lynch. Tapi, sang dokter juga tidak bisa mendiagnosa infeksi apa yang terjadi dan meminta Susan mencari temannya yang ahli dalam bidang dermatologi.

Sialnya sang dokter sedang berlibur. Susan menunggu selama dua pekan dan akhirnya bertemu dermatologis itu. Perubahan akan terkuak dalam pertemuan ini.

Susan terkejut. Setelah ia membuka perbannya, mereka menemukan larva bertumbuh dan bersarang dalam pori-pori dan dalam luka payudaranya. Sesekali mahluk jahat ini masuk dalam pori-pori dan muncul di lubang sebelahnya.

Yang ia tidak tahu adalah lubang itu sangat dalam dari yang ia bayangkan. Larva ini memakan lemak, lapisan kulit, dan kanal susu payudaranya.

Berdasarkan informasi itu, disarankan kepada para wanira agar mencuci bra yang baru dibeli sebelum digunakan. Bra yang sudah digunakan juga harus sering-sering dicuci dan dijaga kebersihannya.

Jangan biarkan diri Anda jadi sarang penyakit tanpa Anda sadari. Jangan terlalu yakin terhadap tampak luar yang terlihat bersih tanpa Anda tahu betul bahwa itu benar-benar steril.

*dirangkum dari berbagai sumber


Serangan Kanker Di Malam Hari

•January 8, 2009 • Leave a Comment

Wanita pekerja malam berpotensi terkena kanker payudara. Cahaya lampu bisa menekan sekresi hormon melaton dan menaikkan jumlah estrogen

Anda punya kebiasaan begadang atau bekerja pada malam hari ?? Bekerja pada malam hari itu ternyata tak sekedar bisa membuat orang kekurangan darah. Jika anda wanita, kerja malam bisa memicu timbulnya kanker payudara. Dua riset menunjukkan kaitan antara kerja malam dan penyakit mematikan tersebut.
Penelitian pertama dilakukan tim dari Harvard Medical School pada Juni 1989 sampai Mei 1998. Journal of the National Cancer Institute menyebutkan, penelitian yang dipimpin oleh Francine Laden itu melibatkan 78.562 responden wanita yang bekerja sebagai perawat di berbagai rumah sakit di Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut, 2.441 perawat terkena kanker payudara.

Mereka mencoba mengaitkan lama bekerja shift malam hari dengan jumlah perawat yang beresiko terkena kanker. Yang diteliti adalah mereka yang bekerja malam minimal 3 kali sebulan. Laden dan koleganya membagi berdasarkan lama bekerja 1-14 tahun, 15-29 tahun dan 30 tahun ke atas.

Hasilnya, mereka yang telah menginjak 30 tahun usia kerjanya beresiko terkena kanker 36 %. Resiko itu dilihat dari produksi hormon melatonin. “Meski persentase kenaikannya cukup kecil, secara statistik peningkatannya cukup signifikan” kata Laden.

Hasil studi Laden diperkuat riset Scott Davis dan koleganya dari Fred Hutchinson Cancer Research Center, Seattle Amerika Serikat. Dalam jurnal yang sama disebutkan, ia meneliti 793 wanita penderita kanker. Kebiasaan tidur dan bangun tengah malam mereka diteliti, di tengah sinar lampu. Hasilnya, wanita pekerja malam yang menekuni profesinya lebih dari 3 tahun berpotensi terkena kanker payudara 60 %.

Studi ini mengejutkan Davis, “Sekarang kita sudah mulai melihat banyak bukti pengaruh bekerja malam terhadap kesehatan.” Ujar Davis. Namun Davis belum puas terhadap studi tersebut. Ia memandang studi serupa perlu dilakukan lebih banyak lagi sebelum dokter mengusulkan agar jam kerja malam untuk wanita dirubah.

Davis menduga peningkatan resiko itu berkaitan dengan produksi melatonia. Melatonia diproduksi oleh kelenjar pineal yang terletak di dasar otak besar. Produksinya tergantung siklus tidur.

Melatonia berkaitan dengan hormon penglihatan. Jika malam hari dipakai tidur, maka jumlah melatonia akan bertambah. Tetapi, kata Davis, sinar lampu membuat mata susah terpejam. “Jika terekspose sinar lampu pada malam hari, melatonia akan berkurang”, ujar Davis.

Penurunan melatonia ini pada gilirannya akan mengubah metabolisme di sejumlah organ tubuh, termasuk payudara. Di payudara, melatonia akan mengubah hormon estrogen. Produksi estrogen akan meningkat. Peningkatan hormon ekstrogen yang berlebihan itu bisa mendorong timbulnya kanker payudara.

Studi ini tentu saja bisa membuat waswas wanita yang kerap bekerja malam. Mereka mungkin akan berpikir dua kali untuk menerima pekerjaan pada malam hari. Sebab, kanker payudara bukan tergolong penyakit enteng. Di Indonesia, kanker payudara merupakan penyakit kanker terbesar kedua yang diderita wanita setalah kanker mulut rahim.

My Fav.Rock Band, The One and Only : Red Hot Chili Peppers (part I)

•December 3, 2008 • 7 Comments

Flea, Kiedis, Chad and JohnRed Hot Chili Peppers, band rock Amerika yang berasal dari Los Angeles, California yang terbentuk pada tahun 1983. Band nie sudah cukup banyak bongkar pasang personil. Formasi terakhir adalah  Anthony Kiedis sebagai tukang cuap-cuap di mick, John Fruciante yang demen nggenjreng gitar, Flea sebagai bassist and Chad Smith, si tukang gebuk drum. Band nie memiliki variasi musik yang beragam, tapi tetep aja dengan basic rock and funk dengan variasi heavy metal, punk rock, psychedelic rock bahkan sampe dengan iringan slide dari John Fruciante (Scar Tissue.red)

Awal band ini terbentuk, Kiedis and Flea membuka aduisi. Dari audisi ini akhirnya terpilih Hillel Slovak Hillel Slovak sebagai gitaris and Jack Irons Jack Irons sebagai drummer. Formasi ini menghasilkan 3 album, yaitu The Red Hot Chili Peppers (1984), Freaky Styley (1985) dan The Uplift Mofo Party Plan (1985). Perform pertama RHCP di Rhythm Lounge dengan Opening Art by Tim Allen.

Pada saat pembuatan album pertama yang dirilis 10 Agustus 1984 dengan produser Andy Gill (Gitaris Gang of Four), Slovak and Irons juga berkomitmen pada band lain, What’s Is This ?? Hingga mereka menyatakan RHCP sebagai side project. Keputusan untuk keluar dari RHCP pun diambil, dengan dalih ingin fokus dan konsen ke band mereka, What Is This ?? Akhirnya, direkrut Cliff Martinez Cliff Martinez sebagai drummer dan Jack Sherman Jack Sherman menggantikan Slovak. Tetapi tak lama kemudian, akibat perselisihan antara Sherman dan Kiedis, Sherman pun keluar dari RHCP. Pada tahun sama, Slovak kembali lagi ke RHCP, kemudian menyelesaikan album perdana mereka, The Red Hot Chili PeppersThe Red Hot Chili Peppers Album ini menghasilkan hits True Men Don’t Kill Coyotes dan Get Up and Jump.

Album kedua RHCP, Freaky Styley : Freaky Styley dirilis tanggal 16 Agustus 1985 diproduseri oleh George Clinton, dengan hits Jungle Man, American Ghost Dance, Catholic School Girls Rule dan Hollywood (Africa).

29 September 1987, mereka merilis album ketiga mereka, The Uplift Mojo Party Plan : The Uplift Mojo Party Plan yang diproduseri oleh Rick Rubin. Pada album ini, Fight Like a Brave, Me and My Friend dan Behind The Sun dijadikan sebagai hits andalan. Tetapi pada tahun ini juga, Kiedis dan Slovak terlibat dengan Drugs. Akibat nya, pada tanggal 25 Juni 1988 Slovak meninggal dunia, tak lama setelah RHCP memutuskan untuk mengadakan The Uplift Tour. Tak lama setelah itu, Jack Irons menyatakan keluar dari RHCP dengan alasan dia tidak mau berada di band yang menyebabkan teman nya (Slovak.red) meninggal dunia. Cliff Martinez pun keluar dari RHCP, sehingga personil RHCP tinggal Kiedis and Flea.

Setelah kematian Slovak dan kepergian Irons, Flea and Kiedis membuka audisi untuk mencari bassits and drummer. Hasil audisi tersebut memutukan D.H Peligro (drummer Dead Kennedys) D.H Peligro dan DeWayne “Blackbyrd” McKnight (gitaris P-Funk) Dwayne "Blackbyrd" McKnight sebagai personil baru RHCP. Karena merasa tidak ada “chemistry” diantara mereka, formasi ini tidak bertahan lama. Akhirnya, Peligro and McKnight digantikan oleh John Fruciante and Chad Smith . Dengan formasi ini, album keempat mereka, Mother’s Milk : Mother's Milkdirilis tanggal 16 Agustus 1989 dengan melempar hits Knock Me Down, Higher Ground dan Taste The Pain.

Tetap diproduseri oleh Rick Rubin, 24 September 1991 Blood Sugar Sex Magik : Blood Sugar Sex Magik dirilis. Pada tahun ini, mereka mencapai puncak sukses dengan meraih banyak penghargaan dan mengadakan banyak tour ke berbagai kota. Tapi, pada saat mereka melakukan tour di Jepang (1992), John Fruciante terjerat drugs, hingga memutuskan keluar dari RHCP. Kemudian Kiedis cs memakai banyak additional gitaris mulai dari Arik Marshall Arik Marshall , Jesse Tobias Jesse Tobias hingga Dave Navarro Dave Navarro . Di album ini, Give It Away, Under The Bridge, Suck My Kiss, Breaking The Girl dan If You Have To Ask dijadikan lagu andalan mereka.

Additional gitaris yang terakhir (Dave Navarro) turut membantu dalam proses pembuatan album keenam RHCP, One Hot Minute : One Hot Minute yang rilis tanggal 12 September 1995. Tetapi tahun 1994, Kiedis kembali lagi terkena kokain dan heroin. Meski begitu, album ini menghasilkan 5 hits yaitu Warped, My Friend, Aeroplane, Coffee Shop dan Shallow By The Game. Lagu Aeroplane hingga sekarang tetap dianggap sebagai salah satu lagu punk rock terbaik dari RHCP.

Dave Navarro hanya membantu pembuatan 1 album saja. Pada tahun 1998, John Fruciante kembali lagi ke RHCP dengan status bersih dari drugs. Hal itu dibuktikan dengan skill musikalitas John yang berkembang pesat. Hasilnya, hanya 1 tahun setelah bergambung kembali, mereka merilis album ketujuh mereka, CalifornicationCalifornication tepatnya tanggal 8 Juni 1999. Hampir sama dengan album sebelumnya, pada album ini lagu Around The World merupakan lagu psychedelic rock dengan skill yahud. Hanya berisi 4 orang saja, band ini bisa menghasilkan lagu yang harmony, full sound, dinamic and skill full. Selain Around The World, album ini juga melempar Scar Tissue, Otherside, Californication dan Road Trippin sebagai hits. Untuk lagu terakhir (Road Trippin.red), bisa didengar lagu yang simple, slow tetapi enak diirngi gitar akustik ala john Fruciante.

Album By The Way : By The Way yang dirilis tanggal 9 Juli 2002 membuktikan eksistensi mereka di dunia musik rock. Hits seperti By The Way, The Zephyr Song, Can’t Stop, Dosed dan Universally Speaking berhasil mereka telurkan untuk fans mereka. Pada tahun 2003, mereka merilis album The Greatest Hits keluar dipasaran, yang berisi lagu-lagu hits mereka dari album pertama (The Red Hot Chili Peppers) hingga album kedelapan (By The Way) ditambah 2 lagu baru, yaitu Fortune Faded dan Save The Population. Tak disangka, Fortune Faded menjadi hits pada album itu.

Pada tanggal 5 Mei 2006, mereka merilis album kesembilan mereka, Stadium Arcadium : Stadium Arcadium yang terjual 442.000 copy di amerika pada minggu pertama setelah peluncuran album itu. Terdapat 5 hits single andalan pada album ini, Dani California, Tell Me Baby, Snow ((Hey Oh)), Desecration Smile dan Hump de Bump. RHCP mendapatkan Grammy Award nominations 2007 pada kategori Award Best Rock Album.

Part II : Anthony Kiedis, Flea, Chad Smith and John Fruciante profile

6 Gitaris Top Indonesia

•December 2, 2008 • 8 Comments

Musik, sesuatu yang sangat familiar bagi kita. Dari kecil kita uda kenal dengan musik. Mulai dari TK sampe sekarang, musik bukanlah hal yang asing bagi kita. Di Indonesia tercinta ini, buanyak banget gitaris gitaris handal, ber-skill yahud n T.O.P.B.G.T….Berikut nie ada 6 gitaris di indonesia yang menurutq termasuk dalam gitaris Top Indonesia. Tapi nie versi subyektif dari aq lho ya…..Jd mohon maap bwt pembaca, yang merasa gitaris favorit nya ga masuk di dalam 6 gitaris nie. Urutan 1 s/d 6 bukan urutan gitaris dari yang TOP sampe yang biasa aja, ato juga dari yang skill full sampe yang standart. No 1 s/d 6 cuma urutan biasa aja. Menurutq, kita ga bisa menyeleksi mana gitaris hebat ato biasa, karena masing-masing gitaris mempunyai ciri n style permainan yang berbeda-beda.

Berikut 6 gitaris Top Indonesia yang membuat musik di negeri ini tambah bervariasi :

1. ABDEE NEGARA

Abdee Negara

Album Tujuh yang dirilis tahun 1997 adalah debut albumnya bersama Slank. Di album itu ia menampilkan permainan yang ngeblues kepada para Slankers. Jika album-album Slank sebelumnya tidak pernah menembus angka 1 juta keping, dengan masuknya Abdee pada formasi baru Slank ini justru mampu meningkatkan penjualan album Slank. Abdee juga sering menampbilkan permainan solo dengan menggunakan slide. Jika anda mendengar permainan slide didalam lagu-lagu Slank maka bisa ditebak, Abdee lah yang memainkannya.

Bersama Slank, Abdee telah merilis album Tujuh (1997), Mata Hati Reformasi (1999), 999+09 1 dan 999+09 2, kemudian Ngangkang (2000), Virus (2001), Satu satu dan Bajakan (2003) hingga album terakhir The Big Hip {2008}

Selain sibuk bersama Slank, Abdee juga tercatat sebagai sound engineer dan produser untuk album grup musik lainnya seperti Seurieus. Untuk gitar, Abdee menjadi endorser dan artis untuk merk gitar Extreme. Meskipun begitu, ia tetap menginginkan model Telecaster.

2. AZIZ M.S

Aziz M.S

Selama dunia musik Indonesia mengalami krisis di jalur musik Metal, hanya ada satu grup Metal yang tetap berkibar. Bahkan mampu menduduki puncak tangga lagu di radio-radio dan media lainnya. Band tersebut adalah Jamrud yang dimotori oleh Azis MS sang gitaris. Mungkin rahasia kesuksesan Azis dalam menjual musiknya adalah dengan meramu musik trash metal dengan lirik-lirik lagu yang sedikit kocak dan vulgar.

Sejak masih remaja memang sudah terinfeksi oleh musik-musik keras. Ia pun sempat terjerumus oleh gaya hidup musisi rock & roll (drugs). Sempat mendirikan band yang bernama Jam Rock bersama Ricky Tedy (bass) dan Budi Haryono (Ex.drumer Gigi), namun tak lama kemudian ia tinggalkan. Saking keasyikan main band sampai-sampai kuliahnya diterlantarkan. Azis sempat berkelana ke Bali dan bermain musik reggae. Namun setelah satu tahun, ia kembali pulang ke Cimahi dan menghidupkan kembali Jam Rock dengan menarik Krisyanto pada vocal.

Demo album yang ia gagas ditolak berbagai produser sampai akhirnya dilirk oleh kaisar rock Indonesia, Log Zehelebour. Album pertama Nekad dirilis pada tahun 1996. Dilanjutkan dengan album Putri (1997), Terima Kasih (1998). Mulai saat itu, album-album Jamrud mampu bersaing di kancah musik nasional. Puncak kejayaan Jamrud adalah pada tahun 2000 akhir ketika Jamrud mencapai kesuksesan terbesar sepanjang sejarah karirnya dengan berhasil menembus angka penjualan 2 juta keping untuk album Ningrat. Hal tersebut membuat produser Log Zhelebour memberangkatkan Azis cs ke Australia untuk proses penggarapan album berikutnya, Sydney 09.01.02.

Selama berkiprah didunia musik ia cenderung tak pernah berganti-ganti alat musik. Hanya satu kali saat ia mencoba menggunakan Ibanez JEM flower yang salah satu pick upnya adalah Dimarzio Tone Zone. Sejak saat itu ia selalu menggunakan gitar tersebut, namun karena bobotnya cukup berat ia kembali menggunakan Steinberger selain karena ringan juga postur yang menarik. Ia lebih memilih menggunakan efek digital jenis Korg AX-1000 karena memang biasanya efek digital lebih mudah disetting dan memiliki sound yang gahar. Bila menyimak permainan Azis memang lebih mengutamakan sound gahar dan power chord. Namun ia juga sering mencampur-campurkan ritem gitar gaya reggae, pop, dan gaya “kondangan” seperti yang terdengar dalam lagu Surti-Tedjo

Selain sebagai personel dan motor grup Jamrud, Azis juga ikut serta menangani pembuatan album terbaru Nicky Astria. Di album itu terlihat sekali warna Azis MS, berbeda ketika pada era Nicky Astria ditangani oleh Ian Antono, warna God Bless cukup terasa pada album-albumnya. Ini membuktikan bahwa Azis memiliki sebuah karakter yang membangun bandnya. Prestasi Azis lainnya adalah saat mendapat kehormatan mendampingi konser band rock legendaris dunia White Lion pada tahun 2003 dan grup heavy metal legendaris dunia Helloween pada tahun 2004.

Azis juga pernah membuat lagu untuk penyanyi cilik Joshua. Satu hal lagi, kecintaan terhadap jalur musik rock juga membuat Azis menamai dua orang anaknya dengan mengambil dua rock star dunia, Axl (diambil dari nama Axl Rose) dan Vai (diambil dari nama Steve Vai).

3. BAMBANG SUTEJO

Beng-beng

Gitaris yang dikenal dengan panggilan Bengbeng ini dikenal sebagai gitaris Pas Band. Masa-masa awal belajar gitar ia menggunakan Prince. Kemudian sempat berpindah ke merk Yamaha. Namun akhirnya ia menggunakan Ibanez.

Bersama Pas Band ia memulai karir di tahun 1989. Saat itu ia yang berdomisili di Bandung bersama teman-temannya membuat album yang direlease dengan judul 4 Through The Sap. Dengan direlease secara indie, album ini kemudian terjual hingga 7000 copy. Kemudian label Aquarius mengontraknya hingga menghasilkan beberapa album diantaranya In (no) Sensation, IndieVduality, Psycho I.D., Ketika…, dan 2.0, dan Stairway To Seventh.

Diluar Pas, Bengbeng juga sempat membentuk grup bernama Air. Ini merupakan side projectnya bersama sang adik, Sinta. Uniknya, di grup ini nama Bengbeng malah lebih dikenal cepat dikenal ketimbang saat ia muncul bersama Pas. Mungkin bisa dimaklumi karena Air punya lagu yang jadi hits di Indonesia waktu itu berjudul Bintang

4. IAN ANTONO

Ian Antono

Pada awalnya ia merupakan seorang drummer, namun setelah mendengar musik-musik The Shadows ia mulai berminat menjadi gitaris. Ia pun akhirnya bergabung dengan band Abadi Soesman yang waktu itu namanya cukup diperhitungkan. Tahun 1970 ia hijrah ke Jakarta dan bergabung dengan band Bentoel yang menjadi pengiring bagi penyanyi Emilia Contesa dan Trio The King. Semakin lama ia semakin mendapat pengalaman dan memperluas pergaulan. Akhirnya tahun 1974 ia resmi menjadi gitaris God Bless dan merilis album-album seperti Huma Diatas Bukit (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1989). Nama Ian Antono mulai menarik perhatian karena pada saat itu atmosfer musik rock di Indonesia belum ada yang memulai. God Bless lah yang pertama kali mempelopori. Secara otomatis Ian juga menjadi gitaris pertama yang berkibar di jalur rock Indonesia. Setelah itu ia mundur dari God Bless dan bergabung dengan grup Gong 2000 dan merilis album-album seperti Bara Timur (1991), Laskar (1994), dan Prahara (1996).

Sewaktu masih memperkuat God Bless permainan Ian berbeda dengan semasa ia memperkuat Gong 2000. Di Gong 2000 ia banyak memasukkan unsur musik Bali. Hal itu dibuktikan pada setiap penampilannya, Ian setidaknya mengikutsertakan 20 musisi asli Bali. Tahun 1997, Ian kembali memperkuat God Bless dan berduet dengan Eet Sjahranie yang masih berstatus sebagai gitaris God Bless. Konsep double gitar ini cukup menarik perhatian meski pada akhirnya album Apa Kabar? gagal dipasaran.

Ian Antono juga merupakan sosok seorang musisi yang produktif. Dalam setahun beliau bisa menggarap album untuk beberapa penyanyi. Banyak album yang tidak lepas dari sentuhan hangatnya termasuklah Iwan Fals, Anggun C Sasmi, Nicky Astria, Doel Sumbang, Gilo Rollies, Ebiet G Ade, Ikang Fawzie dan banyak lagi. Karya Ian Antono di arena muzik telah menerima banyak penghargaan. Antaranya ialah BASF Award {1987 – 1988} untuk Arranger Terbaik dan Komposer Terbaik untuk album Gersang (Nicky Astria), HDX Award (1989) untuk lagu Buku Ini Aku Pinjam (Iwan Fals), BAFS Award (1989) Album Bara Timur (Gong 2000) sebagai The Best Selling Album dan The Best Arranger & Composer, HDX Award (1994) untuk album Laskar (Gong 2000) sebagai Album Terbaik. Yang tidak kalah pentingnya adalah penghargaan dari Diamond Achievement Award atas dedikasi dan prestasi yang tinggi di industri musik pada tahun 1995.

Sebuah pengalaman yang menarik bagi Ian adalah ketika pada tahun 1999 ia diundang oleh Ramli Syarif untuk ikut memeriahkan ajang Formula-1 di Malaysia. Bagi Ian ini bukan pengalaman biasa, pasalnya disana turut hadir pula grup kolaborasi dewa gitar dunia, G3 dan grup rock legendaris Jethro Tull. Dengan memanfaatkan sesi check sound, Ian mempelajari perangkat milik Steve Vai yang jumlahnya banyak. Dari situ ia menambah ilmu dan wawasan yang belum pernah ia dapatkan di Indonesia.

Kebesaran nama dan kontribusinya bagi dunia musik Indonesia membuat para musisi muda Indonesia menggelar proyek album A Tribute To Ian Antono yang dimeriahkan oleh artis-artis musik Indonesia seperti EdanE, Sheila On 7, Padi, Gigi, Cokelat, Boomerang, /rif, dll. Album ini sukses di pasaran. Kini Ian Antono dikabarkan kembali siap mengibarkan God Bless ke kancah musik nasional.

5. DEWA BUDJANA

Dewa Budjana

Dewa Gede Budjana yang dilahirkan di Waikabubak, Sumba Barat, 30 Agustus 1963 ini, mulai melirik instrumen gitar saat masih duduk di bangku SD lewat seorang kuli bangunan asal Jawa yang mengontrak di depan rumahnya, di Bali. Sejak itu, putra almarhum IDN Astawa ini sangat terobsesi untuk menguasai permainan gitar. Hingga suatu saat, ia nekat mencuri uang neneknya untuk membeli sebuah gitar. Setelah itu, tak satu pun hari terlewat tanpa menjajal gitar dan melatih jari, mempraktekkan kunci-kunci nada. Pada 1976, saat mulai menetap di Surabaya, Budjana mulai kerap menyaksikan berbagai event musik hingga ia pun banyak kenal dengan musisi lokal. Karena merasa permainannya masih sangat terbatas, Budjana lantas mendalami gitar klasik.

Pada masa sekolah, pas kelas 1 SMP (1976) di Surabaya, pergaulan I Dewa Gde Bujana di dunia musik mulai liat. Lebih intens. Gitar listrik, Aria Pro II juga sudah dimilikinya pada 1981. Tiada hari tanpa musik. Ia pun bermain antara lain bersama Arie Ayunir, sekarang drummer POTRET. Dari acara-acara sekolah, mereka melangkah ke pentas nasional. Iseng-iseng berhadiah, tapi siap sedia! Ya siap, soalnya gitarnya saja sudah bikin sendiri. Musiknya dikroyok rame-rame, menjadi lebih idealis. Hasilnya? Ajang Light Music Contest 1984, babak final di Teater Terbuka-TIM, Jakarta. Pergelaran tahun kedua ini punya peserta kuat-kuat. Bagus dan hebat, karena ajang buatan Yamaha Music ini gengsinya tinggi, terutama di mata anak-anak band! Contohnya, EMS Bandung, asuhan susah payah Elfa Secioria. Gold Fingers yang klasikal dari Jakarta dengan kakak-beradik Mahesh dan Suresh Hotwani. Budjana ikut tampil, dengan bendera Squirrel Band-Surabaya yang dibentuk tahun 1980. Gitar dimodifikasi dengan design kreasi sendiri, fretless-guitar berbentuk bintang, bermusik eksperimental. Unik dan ajaib, buat sebagian penonton malam itu. Eh, Squirrel menang! Juara pertama lho.

Perlahan, kiblat musik Budjana pun mulai berubah. Ia tak lagi cuma mendengarkan musik pop dan rock, setelah mendengarkan permainan gitar John Mc Laughlin (Mahavishnu Orchestra). Bisa dibilang, musisi inilah yang mengubah visi bermusik Budjana, di samping Chic Korea, Yes, Gentle Giant, Kansas, Tangerine Dream, American Garage, Bright Size Life, Pat Metheny hingga Allan Holdsworth.

Pada 1984, Budjana membentuk band jazz Squirrell di sekolahnya, SMA II Surabaya. Dan setelah mereguk banyak pengalaman, ia pun hijrah ke Jakarta setahun kemudian. Di Jakarta, nasib mempertemukannya dengan dedengkot jazz Tanah Air, mendiang Jack Lesmana, ayah musisi Indra Lesmana. Lewat Jack, Budjana banyak menimba filosofi permainan musik jazz. Dari situ, bintangnya mulai bersinar. Budjana makin dikenal. Setamat studi di SMAN 2 Surabaya, Budjana hijrah ke Jakarta. Nekad. Asli! Ya berani mati deh, pengen bermusik saja lebih serius dan intensif. Mulai 1985, iapun memulai pengembaraannya di Jakarta.

Adalah Indra Lesmanalah yang kemudian mengajak Budjana masuk dunia rekaman sebagai session player. Beberapa tahun kemudian, Budjana bergabung dengan Spirit Band yang antara lain diperkuat Baron, mantan gitaris Gigi. Bersama Spirit, dia menghasilkan dua album, yaitu Spirit (‘93) dan Mentari (1998). Setelah cabut dari Spirit pada 1993, bakat pengagum tokoh Mahatma Gandhi ini makin sering dimanfaatkan oleh berbagai kelompok musik, antara lain Jimmy Manopo Band, Erwin Gutawa, Elfa’s Big Band hingga Twilite Orchestra. Tahun itu juga, Budjana juga bergabung dengan Java Jazz yang antara lain diperkuat Indra Lesmana dan menghasilkan album Bulan di Atas Asia. Pada tahun yang sama, Budjana mengikuti perhelatan akbar musisi jazz dunia, “North Sea Jazz Festival” di Den Haag, Belanda.

Pada 1994, Budjana membentuk grup Gigi bersama Baron (gitar), Thomas (bas), Armand (vokal) dan Ronald (dram). Album- album yang dihasilkan bersama grup ini adalah Angan (1994), Dunia (1995), 3/4 (1996), 2×2 (1997), Kilas Balik (1998), dan Baik (1999), Semua Umur, dan sebuah album religius Raihlah Kemenangan

Namun di sela kesibukannya bersama Gigi, Budjana juga menekuni proyek solonya dengan menelurkan album Nusa Damai pada awal 1997. Kemudian dilanjutkan juga dengan Gitarku (2000), dan Samsara (2003).

6. JOHN PAUL IVAN

John Paul Ivan

Sejak SMP Ivan sudah bisa bermain gitar. Ia sering melihat permainan gitar Lucky (nantinya gitaris Power Metal). Gitar pertamanya adalah merk Yamaha yang dibeli dengan harga Rp. 100.000 dimasa itu. Semenjak saat itu ia terus bermain gitar dan berniat untuk menjadi seorang gitaris rock.

Ivan pun membentuk band bersama Henry yang bernama Radd. Kemudian Ivan sempat bergabung dengan beberapa band Surabaya seperti Buldozer. Kemudian bersama Big Panzer sempat merilis 2 single dalam album INDONESIAN ROCK & METAL produksi Harpa Records tahun 1990.

Pada tahun 1991, Ivan kembali lagi bertemu dengan Henry di group LOST ANGELS yang merupakan cikal bakal BOOMERANG. Demi memperoleh kontrak rekaman, ia bersama bandnya mengikuti Festival Rock Log Zhelebour pada tahun 1993. Penampilan ia dan rekan-rekan berhasil memancing perhatian sang produser Log Zhelebour pemilik label Loggis Records. Akhirnya Boomerang mendapatkan kontrak.

Bersama Boomerang telah merilis album-album berikut : Boomerang (1994), Kontaminasi Otak 1995, Disharmoni (1996), Segi Tiga (1998), Hard and Heavy (1999), X’travaganza (2000), Terapi Visi dan album baru di tahun 2005 Urbanoustic. Kini ia telah menjadi salah satu gitaris rock yang terpandang di Indonesia. Ciri khasnya adalah rambut kriting, gondrong, liar dipanggung, dan menenteng Gibson Les Paul. Menurutnya dalam bermain gitar ia selalu mencoba memahami bagaimana cara Jimi Hendrix bermain gitar yang menurutnya merupakan satu dari sedikit gitaris yang bisa bermain di luar kepala. Meski terkadang ia tidak sadar bahwa permainannya di lagu-lagu tertentu terinvasi pengaruh dari gitaris-gitaris idolanya. Hal itu diakui oleh Ivan sendiri.

Selain aktif bersama Boomerang, ia juga ikut membantu pembuatan album band-band lain seperti Sngkenken (grup hard core dari Surabaya), dan Black Forest (band alternatif ska). Dalam memilih gitar, ia juga termasuk gitaris yang maniak menggunakan Gibson Les Paul. Namun ia juga pernah dikontrak oleh Fender sebagai artis yang tampil dalam acara perayaan 50 tahun Fender Stratocaster di beberapa kota besar di Indonesia bersama gitaris-gitaris lainnya seperti Tjahyo Wisanggeni, Andry Franzy, Rama Satria, dll. Di acara itu ia menggunakan sebuah gitar Fender. Ia juga tampil dengan penampilan baru rambut re-bondingnya yang menurutnya membuat ia makin muda kembali.

Namun selain itu ia juga tampil cukup lain dalam album terbaru Boomerang. Ia yang dulu menginginkan musik Boomerang lebih keras lagi, kini malah menampilkan lagu-lagu yang lebih ballad dari sebelumnya. Mungkin hal itulah yang menjadi salah satu penyebab ia untuk memutuskan hengkang dari Boomerang.

Waaahh….Bahagianya….

•December 1, 2008 • 2 Comments

Hari nie…awal bulan Desember 2008, tepatnya tgl 1, ada 6 temenq yang uda jadi ST ^_^ jejet si atlet futsal, chafid the brain, punk-Q, dahlia, firda si Komy n arum uda nyelesein kuliah mereka.wah…seneng nya udah lulus….apa yang bakal mereka lakuin yach ?? mereka kerja, ngelanjutin kuliah ato apa yach ?? whatever yang bakal mereka lakuin setelah yang nie,wish u all the best lah prend…good luck buat masa depan setelah nie….ya..seperti do’aq di tulisanq yang pertama,buat anak 2004 semua,moga kita semua jd orang sukses, kaya raya n mati masuk surga, amien…….

FlashBack Probinmaba 2004

•November 27, 2008 • 4 Comments

Pertengahan Agustus 2004….05.00 WIB….Terdengar suara lantang bergema di Brawijaya….Tanah Air Jalan Sipil Baja Beton Jiwa Sipil !!! Itulah suara yang terdengar dari saya dan teman-teman, kami, MABA Sipil 2004…Sebuah proses yang harus kami lalui, agar kami bisa “diterima” di lingkungan baru kami, lingkungan perkuliahan.Terdengar derap langkah kaki kami, memutari wilayah Brawijaya, dari “Base Camp” kami, jurusan Teknik Sipil hingga ke wilayah depan Brawijaya, Fakultas Kedokteran.Lelah..Letih…Haus…Suara hilang kami rasakan.Itulah kebersamaan (Katanya ce,hehehehe)…Sebuah proses yang sangat melelahkan,selama 6 bulan kami harus “berbeda” dengan angkatan-angkatan di atas kami.Tapi….ya memang harus seperti itu,kultur yang terjadi.sebenarnya wajar,karena kita sebagai orang baru,yang “mau bertamu” ke keluarga besar mahasiswa Sipil Universitas Brawijaya. Kami harus mengerti “Unggah Ungguh” (Sopan santun, tata krama.red) Dan seperti itulah mas-mas dan mba’-mba’ kami mendidik kami, memberitahukan tentang “Unggah Ungguh Ala Sipil”…..

Kami bisa melewati itu semua….akhirnya,semester 2 kita sudah “tidak lagi berbeda” dengan yang lain.kita mulai bisa merasakan hangatnya sambutan dari keluarga kami yang baru, keluarga besar mahasiswa sipil…6 bulan berlalu, semester 3 kita tapaki dengan kepercayaan, mengingat kita telah memiliki “adik tingkat” 2005. Kita harus bisa memberikan contoh yang baik kepada adik kita….

1 tahun berlalu…..2 tahun berlalu..hingga sekarang, bulan November tahun 2008. Teman-temanq yang dulu polos,lugu, bersama-sama menghadapi ospek, telah berubah…..Mereka telah menjadi lebih dewasa.Lebih matang dan lebih siap untuk menghadapi tantangan dari luar.Mereka juga telah mengenal cinta (hehehe…) tidak jarang mereka menemukan “belahan jiwa” mereka berada di dekat mereka sendiri, alias, sama-sama anak 2004…It’s OK..ga salah n sah-sah aja koq ^_^

Dulu..omongan yang sering kita ucapkan : rek, tugas besar mu wes no.piro ??? (Tugas besarmu udah sampe nomer berapa ??? red)…tapi, sekarang, rek..ono lowongan kerja ndek endi ?? aq melu daftar po’o..barengan yo test e (ada lowongan kerja di mana sekarang ?? aq ikut daftar jg donk…bareng-bareng ya test nya…red) Pemikiran kita sekarang sudah mulai membahas tentang skripsi dan lowongan kerja…..ya…persiapan bwt anak istri lah,hehehehe….

2004 tetap 2004…angkatanq, temen-temenq, keluargaq, tempatq berkeluh kesah….Terima kasih atas bantuan yang telah kalian berikan kepadaq.Buat futsal bareng, basket minggu pagi, lari minggu pagi muter-muter rektorat, PS an tengah malem, keluar bareng, makan bareng, ngelembur bareng, nggarap tugas bareng, sampe membantu saat kuis dan UAS…Thanks 4 all my friends….Sekarang…..kita hampir berada di ujung perjalanan kita….semoga kita bisa menjadi orang yang sukses..orang yang berguna…kaya raya…mati masuk surga,amien…..

Hello world!

•November 27, 2008 • 3 Comments

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!